Limau Saring, Minggu, 18 Oktober 2026 Ada yang istimewa dalam pelaksanaan Story Legacy Episode 51 di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Qurrota A’yun, Limau Saring. Jika biasanya kegiatan Read Aloud dipandu langsung oleh founder TBM Qurrota A’yun, kali ini panggung literasi memberikan ruang bagi seorang anak untuk tampil dan mengambil peran. Dialah Alisa, siswi kelas V Sekolah Dasar (SD), yang berkesempatan membawakan kegiatan membaca nyaring di hadapan teman-temannya.
Dengan membacakan buku berjudul “Teman Istimewa Ku”, Alisa menghadirkan warna baru dalam perjalanan Story Legacy. Buku yang merupakan bagian dari program 1000 Bahan Bacaan Bermutu Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) tersebut dipinjam dari TBM Olalaa, sebagai wujud kolaborasi dan upaya memperluas akses anak-anak terhadap bahan bacaan berkualitas.
Kegiatan yang berlangsung di TBM Qurrota A’yun ini bukan sekadar agenda membaca buku seperti biasanya. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk berani tampil, melatih kemampuan berkomunikasi, menyimak cerita, serta menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak dini.
Ketika anak bukan hanya menjadi pendengar, tetapi juga pembawa cerita.

Inilah salah satu semangat yang ingin ditumbuhkan melalui Story Legacy. Anak-anak tidak selamanya harus duduk mendengarkan orang dewasa membacakan cerita. Mereka juga perlu diberi kesempatan untuk tampil, mencoba, dan membuktikan bahwa mereka mampu menjadi bagian penting dalam gerakan literasi.
Keterlibatan Alisa menjadi langkah sederhana yang sarat makna. Dari seorang anak yang duduk di bangku kelas V SD, tersimpan potensi untuk tumbuh menjadi pembaca yang percaya diri, pencerita yang menginspirasi, bahkan penggerak literasi di masa depan. Sebab, keberanian tidak selalu lahir dari panggung yang megah, tetapi bisa tumbuh dari ruang baca sederhana yang memberikan kesempatan.
Ada pula suasana yang menambah kesan tersendiri pada kegiatan kali ini. Sesaat setelah kegiatan Read Aoud selesai, hujan pun turun membasahi Limau Saring. Seolah menjadi penutup yang syahdu, hujan mengiringi berakhirnya perjumpaan dengan buku dan cerita pada hari itu.
Di TBM Qurrota A’yun, hujan yang turun setelah kegiatan bukanlah akhir dari sebuah cerita. Justru, ada harapan yang terus tumbuh: semoga benih-benih literasi yang ditanam hari ini kelak berkembang menjadi kecintaan membaca yang mengakar kuat dalam diri anak-anak.
Melalui Story Legacy, TBM Qurrota A’yun terus menghadirkan kegiatan literasi yang menyenangkan, partisipatif, dan bermakna. Dengan memberikan ruang kepada anak untuk terlibat secara langsung, TBM berupaya membangun lingkungan yang mendorong mereka untuk berani membaca, berbicara, berkarya, dan berbagi cerita.
Karena literasi bukan hanya tentang siapa yang membacakan buku, tetapi juga tentang berapa banyak anak yang diberi kesempatan untuk menemukan suaranya sendiri.
Story Legacy Episode 51 menjadi bukti bahwa langkah kecil dapat menghadirkan makna besar. Hari ini, Alisa membacakan sebuah cerita. Esok, siapa tahu, akan ada lebih banyak anak yang berani mengambil buku, membuka halaman pertama, lalu menyalakan cahaya literasi bagi lingkungannya.
TBM Qurrota A’yun “Menyalakan Cahaya Literasi, Menumbuhkan Generasi Berani Bermimpi.”

